Senin Minggu ke-2 Seijin no Hi (Hari Usia Dewasa)
bulan Januari
11 Februari Kenkoku Kinen no Hi
(Hari Peringatan Berdirinya Negara Jepang)
20 atau 21 Maret Shubun no Hi (Hari Ekuinoks Musim Semi)
29 April Shouwa no Hi (Hari Shouwa)
3 Mei Kenpoo Kinenbi (Hari Peringatan Konstitusi)
4 Mei Midori no Hi (Hari Penghijauan)
5 Mei Kodomo no Hi (Hari Anak-Anak)
Senin minggu ke-3 Umi no Hi (Hari Laut)
bulan Juli
Senin minggu ke-3 Keiroo no Hi (Hari Penghormatan Terhadap
bulan September Orang yang Berusia Lanjut)
23 September Shuubun no Hi (Hari Ekuinoks Musim Gugur)
Senin minggu ke-2 Taiiku no Hi (Hari Olah Raga dan Kesehatan)
bulan Oktober
3 November Bunka no Hi (Hari Kebudayaan)
23 November Kinroo Kansha no Hi
(Hari Peringatan Terima Kasih Kepada Kaum Buruh)
23 Desember Tennoo Tanjoobi (Hari Ulang Tahun Kaisar)
Libur Tidak Resmi
Selain hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah, Jepang juga memiliki tradisi liburan tidak resmi.- Libur Golden Week
- Golden Week adalah pekan di akhir bulan April dan awal bulan Mei yang secara kebetulan ada 4 hari libur resmi yang hampir berurutan (29 April, 3 Mei, 4 Mei, dan 5 Mei). Sebagian besar kantor-kantor memutuskan untuk meliburkan pegawainya selama periode Golden Week. Di tahun 2005, sebagian perusahaan dan bisnis tutup selama 10 hari mulai tanggal 29 April sampai tanggal 9 Mei, karena 2 Mei dan 6 Mei adalah dua hari kerja yang terjepit di antara hari libur resmi dan libur akhir pekan.
- Libur Obon
- Libur Obon (盆休み Obon yasumi) adalah hari-hari libur tidak resmi sebelum dan sesudah tanggal 15 Agustus. Walaupun perayaan Obon tidak merupakan hari libur resmi, perusahaan dan pemilik usaha sering meliburkan diri selama beberapa hari (13-16 Agustus) atau hingga satu minggu. Libur Obon digunakan untuk berziarah ke makam dan berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman. Kantor pemerintah tetap buka seperti biasa, walaupun sebagian besar pegawai meminta cuti untuk merayakan Obon.
- Libur Tahun Baru Jepang
- Libur Tahun Baru Jepang (お正月 Oshogatsu yasumi) adalah kesempatan pulang ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak keluarga untuk merayakan hari Tahun Baru. Liburan tahun baru lamanya berbeda-beda tergantung pada kebijaksanaan masing-masing kantor. Kantor-kantor pemerintahan dan swasta biasanya tutup sejak menjelang akhir tahun (29 Desember atau 30 Desember) hingga beberapa hari sesudah Tahun Baru.
Hari Kedewasaan
Hari Kedewasaan (成人の日 Seijin no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh hari Senin minggu kedua di bulan Januari. Menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō), hari libur ini dimaksudkan untuk "merayakan generasi muda yang bisa hidup mandiri, dan menyadari telah menjadi dewasa."Upacara Seijin shiki diadakan pemerintah lokal di kota-kota dan desa-desa untuk meresmikan penduduk yang telah atau segera genap berusia 20 tahun, usia orang telah dianggap dewasa menurut hukum untuk boleh merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan mengikuti pemilihan umum.
Asal-usul
Sejak ditetapkan tahun 1948 hingga tahun 1999, Hari Kedewasaan selalu diadakan tanggal 15 Januari bertepatan dengan hari tahun baru kecil untuk meneruskan tradisi Genbuku yang selalu diadakan pada hari yang sama. Di tahun 2000, Hari Kedewasaan dipindah ke hari Senin minggu kedua di bulan Januari sesuai Sistem Happy Monday yang memindahkan sebagian hari libur ke hari Senin agar libur akhir pekan bertambah panjang.
Hari Pembentukan Negara
Hari Pembentukan Negara (建国記念の日 Kenkoku kinen no hi, Hari untuk memperingati pendirian negara) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 11 Februari. Hari libur ini memperingati peristiwa Kaisar Jimmu naik tahta berdasarkan catatan Nihon Shoki dan Kojiki yang menurut perhitungan kalender solar terjadi 11 Februari 660 SM.[1]
Hari Pembentukan Negara ditetapkan dengan revisi undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1966 dan mulai berlaku sebagai hari libur resmi pada 11 Februari 1967. Berbeda dengan hari libur resmi lain yang tanggalnya ditetapkan dengan undang-undang hari libur, tanggal Hari Pembentukan Negara ditetapkan kemudian dengan Instruksi Kabinet No. 376 tahun 1966.
Sejarahnya
Hari libur ini dulunya dirayakan sebagai Kigensetsu hingga menjelang Perang Dunia II. Sekitar tahun 1951 mulai ada usaha menghidupkan kembali Kigensetsu, tapi rancangan undang-undang yang diajukan sebanyak 9 kali sejak tahun 1957 gagal disahkan Parlemen Jepang. Di bulan Juni 1966, Hari Pembentukan Negara akhirnya berhasil disahkan sebagai hari libur dengan syarat tanggalnya akan ditetapkan kemudian dengan Instruksi Kabinet.
Penentuan tanggal dilakukan Kantor Perdana Menteri Jepang dengan bantuan kalangan ilmuwan. Dari 10 orang yang hadir dalam rapat, 7 orang sepakat dengan tanggal 11 Februari sebagai Hari Pembentukan Negara. Hasil kesepakatan diajukan pada tanggal 8 Desember 1966 dan keesokan harinya 9 Desember 1966 dijadikan Instruksi Kabinet.
Menurut perhitungan astronomi yang berlaku sekarang hingga tahun 2025, ekuinoks vernal selalu jatuh tanggal 21 Maret, tapi jatuh tanggal 20 Maret pada tahun kabisat dan tahun sesudah tahun kabisat.
Hari Shōwa menurut hasil revisi undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "memikirkan masa depan negara dengan mengenang lewatnya hari-hari penuh pergolakan, dan tercapainya pembangunan kembali di zaman Shōwa." Hari libur ini mengundang kontroversi dan merupakan salah satu dari serangkaian hari libur di akhir bulan April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas).
Berbagai organisasi yang menggalang kekuatan untuk mewujudkan Hari Shōwa akhirnya mendapat dukungan faksi dalam Parlemen Jepang. Setelah diajukan ketiga kalinya dalam masa sidang ke-159 tahun 2004, rancangan undang-undang Hari Shōwa disahkan dalam masa sidang Parlemen Jepang ke-162 tahun 2005 dan mulai berlaku tahun 2007.
Menurut undang-undang hari libur hasil revisi, tanggal 29 April ditetapkan sebagai Hari Shōwa, sedangkan Hari Hijau dipindahkan ke tanggal 4 Mei untuk menggantikan Hari Libur Nasional (Kokumin no kyūjitsu). Selain itu, undang-undang juga berisi pasal pemindahan hari libur yang jatuh di hari Minggu ke hari Senin yang disebut "Hari Libur Pemindahan" (Furikae kyūjitsu). Bila hari Senin sudah merupakan hari libur resmi, maka hari libur dipindahkan ke hari Selasa agar tidak ada dua hari libur yang bertumpuk.
Konstitusi baru Jepang diumumkan tanggal 3 November 1946 dan mulai berlaku tanggal 3 Mei 1947. Hari pengumuman konstitusi sekarang diperingati setiap tanggal 3 November sebagai Hari Kebudayaan.
Hari Peringatan Konstitusi ditetapkan tahun 1948 dengan menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) dengan maksud untuk "memperingati pelaksanaan konstitusi Jepang, dan berharap atas kemajuan negara." Anak-anak Jepang yang dilahirkan tahun 1948 sering diberi nama yang mengandung aksara kanji yang digunakan untuk menulis kata hukum, atau undang-undang (憲 Ken), seperti Kenji, Kentarō, dan Noriko.
Hari Hijau menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "mengenal alam, berterima kasih atas kemurahan alam, dan memperkaya hati nurani." Di hari libur ini, pengunjung semua taman nasional dan taman yang dikelola pemerintah daerah dibebaskan dari biaya masuk berdasarkan keputusan Rapat Kabinet tanggal 8 Agustus 2006.
Dari tahun 1989 hingga 2006, tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Hijau, tapi sejak tahun 2007 ditetapkan sebagai Hari Shōwa berdasarkan revisi undang-undang hari libur yang disahkan Parlemen Jepang pada 13 Mei 2005. Sebelum diubah menjadi Hari Hijau, 4 Mei merupakan Hari Libur Rakyat (Kokumin no kyūjitsu) yang ditetapkan pemerintah karena tanggal tersebut terjepit di antara dua hari libur.
Hari Anak-anak diperingati sejak tahun 1948 dan ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) untuk "menghormati kepribadian anak, merencanakan kebahagiaan anak sambil berterima kasih kepada ibu."
Tradisi kuno Tiongkok mengenal perayaan yang berkaitan dengan musim yang disebut di Jepang sebagai sekku. Sejak zaman dulu, bulan ke-5 kalender Tionghoa diisi dengan kegiatan mengusir roh-roh jahat. Tanggal 5 bulan 5 dikenal sebagai Tango no sekku (端午の節句 ) (Duanwu) dan merupakan hari untuk merayakan kesehatan dan pertumbuhan anak laki-laki.
Koinobori
Hari Peringatan Kelautan diganti namanya menjadi Hari Laut, dan ditetapkan sebagai hari libur sejak tahun 1996 berdasarkan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) yang direvisi sebagai hari untuk "berterima kasih atas kemurahan laut dan mengharapkan kemakmuran Jepang sebagai negara maritim."
Hari libur ini menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "mencintai orang lanjut usia atas sumbangsih selama bertahun-tahun terhadap masyarakat, dan merayakan umur panjang."
Di tahun 1964, Hari Orang Tua (Toshiyori no hi) diganti namanya menjadi Hari Orang Lanjut Usia (Rōjin no hi) karena istilah "toshiyori" (orang tua) dirasa kurang sopan. Di tahun 1966, Hari Orang Lanjut Usia dijadikan hari libur setelah berubah nama menjadi Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (Keirō no hi).
Jumlah orang Jepang yang berusia 100 tahun bertambah sebanyak 2.516 orang dibandingkan tahun 2004. Dari 25.554 orang yang berusia di atas 100 tahun, 21.775 adalah perempuan (bertambah 2.260 orang), sedangkan laki-laki sebanyak 3,779 orang (kenaikan sebanyak 256 orang). Berdasarkan perhitungan statistik, dari total 100.000 penduduk Jepang terdapat 20,05 orang yang berusia di atas 100 tahun.
Hari libur ini ditetapkan tahun 1948 dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 untuk "memuliakan nenek moyang, mengenang orang yang sudah meninggal," sedangkan penentuan tanggal berdasarkan hari ekuinoks musim gugur menurut waktu Jepang.
Sesuai perhitungan astronomi, hari ekuinoks musim gugur selalu jatuh tanggal 23 September hingga tahun 2011. Di antara tahun 2012 hingga tahun 2044, hari ekuinoks musim gugur juga selalu jatuh tanggal 23 September sedangkan pada tahun kabisat jatuh tanggal 22 September.
Pada mulanya, hari libur ini ditetapkan tanggal 10 Oktober untuk memperingati hari upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 1964, tapi diubah menjadi hari Senin minggu kedua di bulan Oktober sejak diberlakukan Sistem Happy Monday yang memindahkan sebagian hari libur ke hari Senin agar libur akhir pekan bertambah panjang.
Hari pembukaan Olimpiade Tokyo 1964 mulai diperingati sebagai Hari Olahraga dan Kesehatan pada tanggal 10 Oktober 1966. Selama 34 tahun dari tahun 1966 hingga tahun 1999, hujan dengan curah hujan melebihi 1 ml hanya pernah turun sebanyak 5 kali di daerah Tokyo pada tanggal 10 Oktober. Setelah dipindahkan ke hari Senin minggu kedua di bulan Oktober, Hari Olahraga dan Kesehatan tidak lagi selalu cerah dan perlombaan menjadi sering ditunda akibat hujan.
Tanggal 3 November 1946 merupakan hari pengumuman konstitusi baru Jepang yang mementingkan perdamaian dan kebudayaan, sehingga undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 menetapkan 3 November sebagai Hari Kebudayaan. Tanggal 3 Mei 1947 yang merupakan hari pertama pelaksanaan konstitusi Jepang dijadikan hari libur yang disebut Hari Peringatan Konstitusi
Upacara penganugerahan Medali Kebudayaan dilangsungkan di istana kaisar (Kōkyo) pada Hari Kebudayaan. Selain itu, Kantor Kebudayaan mengadakan festival kesenian yang dimeriahkan dengan pemberian hadiah untuk berbagai bidang kesenian. Pengunjung sebagian museum pada hari ini juga dibebaskan dari biaya masuk.
Sampai tahun 1872, Niiname-sai dirayakan pada hari kelinci ke-2 bulan ke-11 menurut kalender lunar. Setelah kalender Gregorian digunakan di Jepang pada tahun 1873, Niiname-sai menurut kalender Gregorian ternyata jatuh pada bulan Januari tahun berikutnya. Perayaan festival panen pada bulan Januari bisa dianggap keanehan, sehingga Niiname-sai tetap dirayakan pada hari kelinci ke-2 di bulan November. Di tahun 1873, hari kelinci ke-2 pada bulan November bertepatan dengan tanggal 23 November sehingga pada tahun berikutnya (1874) ditetapkan untuk melangsungkan Niiname-sai setiap 23 November.
Hari Ulang Tahun Kaisar (天皇誕生日 Tennō tanjōbi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang untuk merayakan hari ulang tahun Kaisar Jepang yang sedang bertahta. Kaisar Jepang yang sekarang berulang tahun tanggal 23 Desember. Masyarakat umum diberi kesempatan untuk melihat keluarga kekaisaran dari halaman istana kaisar (Kokyo). Hingga berakhirnya Perang Dunia II, perayaan ulang tahun kaisar disebut Tenchōsetsu.
Hari ulang tahun kaisar dirayakan secara nasional untuk pertama kali di tahun pertama zaman Meiji (hari 22 bulan 9 tahun 1868 kalender lunisolar) sebagai Tenchōsetsu. Setelah Jepang mulai menggunakan kalender Gregorian pada tahun 1873, Tenchōsetsu dirayakan tanggal 3 November. Hari perayaan Tenchōsetsu selanjutnya ditetapkan dengan mengikuti hari ulang tahun kaisar yang sedang bertahta. Setelah Perang Dunia II, hari Tenchōsetsu diubah namanya sebagai Tennō tanjōbi (Hari Ulang Tahun Kaisar) dan dijadikan hari libur nasional hingga sekarang. Hari Ulang Tahun Permaisuri Kaisar disebut Chikyūsetsu (地久 節 ) dan tidak pernah dijadikan hari libur nasional.
Kaisar Taishō berulang tahun tanggal 31 Agustus dan selalu dirayakan sebagai Tenchōsetsu hingga tahun 1913, tapi tanggal 31 Agustus selalu merupakan saat terpanas dalam setahun di Jepang dan menyulitkan berbagai kegiatan perayaan. Di tahun 1914, perayaan ulang tahun kaisar ditunda selama dua bulan, dan perayaan hari Tenchōsetsu diubah menjadi tanggal 31 Oktober.
Hari Ekuinoks Musim Semi 2008-2017
- 2008 20 Maret
- 2009 20 Maret
- 2010 21 Maret
- 2011 21 Maret
- 2012 20 Maret
- 2013 20 Maret
- 2014 21 Maret
- 2015 21 Maret
- 2016 20 Maret
- 2017 20 Maret
Tradisi
Bagi berbagai aliran agama Buddha di Jepang, hari ekuinoks musim semi merupakan saat memulai upacara Shunki Higan-e (higan musim semi) yang berlangsung seminggu untuk mendoakan arwah leluhur. Kata "higan" secara harafiah berarti "pantai seberang" untuk membedakannya dengan "pantai sebelah sini" (alam dunia). Periode higan terjadi dua kali dalam setahun di musim semi dan musim gugur yang merupakan saat membersihkan makam dan mempersembahkan kue botamochi di altar keluarga. Sampai tahun 1947, hari libur ini disebut Shunki kōrei-sai (春季 皇霊祭 , perayaan musim semi arwah leluhur keluarga kekaisaran).Penentuan tanggal
Rapat kabinet untuk menentukan tanggal ekuinoks vernal tahun berjalan sudah diadakan pada 1 Februari tahun sebelumnya. Penentuan tanggal ekuinoks vernal didasarkan pada tabel almanak (Rekishō Nempyō) yang merupakan pamflet terbitan Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang. Hasil rapat diumumkan dalam lembaran negara yang disebut Kampō.Menurut perhitungan astronomi yang berlaku sekarang hingga tahun 2025, ekuinoks vernal selalu jatuh tanggal 21 Maret, tapi jatuh tanggal 20 Maret pada tahun kabisat dan tahun sesudah tahun kabisat.
Hari Shōwa
Hari Shōwa (昭和の日 Shōwa no hi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 29 April dan bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Shōwa. Hari libur ini ditetapkan di tahun 2005 untuk menggantikan tanggal 29 April yang hingga tahun 2006 disebut Hari Hijau (Midori no hi), sedangkan Hari Hijau dipindahkan ke tanggal 4 Mei yang dulunya merupakan Hari Libur Nasional (Kokumin no kyūjitsu).Hari Shōwa menurut hasil revisi undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "memikirkan masa depan negara dengan mengenang lewatnya hari-hari penuh pergolakan, dan tercapainya pembangunan kembali di zaman Shōwa." Hari libur ini mengundang kontroversi dan merupakan salah satu dari serangkaian hari libur di akhir bulan April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas).
Sejarah
Setelah Kaisar Shōwa tutup usia pada tanggal 7 Januari 1989 perlu diadakan revisi pada undang-undang hari libur Jepang yang menetapkan 29 April sebagai Hari Ulang Tahun Kaisar. Usaha berbagai organisasi mulai terlihat untuk menjadikan 29 April sebagai "Hari Peringatan Shōwa" (昭和記念日 Shōwa kinen-bi), tapi gagal akibat ditentang masyarakat Jepang. Sebagai gantinya, tanggal 29 April ditetapkan sebagai Hari Hijau yang secara tidak langsung mengingatkan pada Kaisar Shōwa yang suka menanam pepohonan.Berbagai organisasi yang menggalang kekuatan untuk mewujudkan Hari Shōwa akhirnya mendapat dukungan faksi dalam Parlemen Jepang. Setelah diajukan ketiga kalinya dalam masa sidang ke-159 tahun 2004, rancangan undang-undang Hari Shōwa disahkan dalam masa sidang Parlemen Jepang ke-162 tahun 2005 dan mulai berlaku tahun 2007.
Menurut undang-undang hari libur hasil revisi, tanggal 29 April ditetapkan sebagai Hari Shōwa, sedangkan Hari Hijau dipindahkan ke tanggal 4 Mei untuk menggantikan Hari Libur Nasional (Kokumin no kyūjitsu). Selain itu, undang-undang juga berisi pasal pemindahan hari libur yang jatuh di hari Minggu ke hari Senin yang disebut "Hari Libur Pemindahan" (Furikae kyūjitsu). Bila hari Senin sudah merupakan hari libur resmi, maka hari libur dipindahkan ke hari Selasa agar tidak ada dua hari libur yang bertumpuk.
Hari Peringatan Konstitusi
Hari Peringatan Konstitusi (憲法 記念日 Kenpō kinen-bi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 3 Mei untuk memperingati hari pelaksanaan konstitusi Jepang. Hari libur ini merupakan salah satu dari serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas) di Jepang.Konstitusi baru Jepang diumumkan tanggal 3 November 1946 dan mulai berlaku tanggal 3 Mei 1947. Hari pengumuman konstitusi sekarang diperingati setiap tanggal 3 November sebagai Hari Kebudayaan.
Hari Peringatan Konstitusi ditetapkan tahun 1948 dengan menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) dengan maksud untuk "memperingati pelaksanaan konstitusi Jepang, dan berharap atas kemajuan negara." Anak-anak Jepang yang dilahirkan tahun 1948 sering diberi nama yang mengandung aksara kanji yang digunakan untuk menulis kata hukum, atau undang-undang (憲 Ken), seperti Kenji, Kentarō, dan Noriko.
Hari Hijau
Hari Hijau (みどりの日 Midori no hi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 4 Mei. Hari libur ini merupakan salah satu dari serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas) di Jepang.Hari Hijau menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "mengenal alam, berterima kasih atas kemurahan alam, dan memperkaya hati nurani." Di hari libur ini, pengunjung semua taman nasional dan taman yang dikelola pemerintah daerah dibebaskan dari biaya masuk berdasarkan keputusan Rapat Kabinet tanggal 8 Agustus 2006.
Sejarahnya
Sejak 1948 hingga 1988, 29 April merupakan Hari Ulang Tahun Kaisar untuk merayakan ulang tahun Kaisar Shōwa. Setelah Kaisar Shōwa tutup usia, parlemen Jepang pada tanggal 15 Februari 1989 menetapkan 29 April sebagai Hari Hijau, sedangkan hari libur untuk merayakan ulang tahun Kaisar berubah menjadi tanggal 23 Desember.Dari tahun 1989 hingga 2006, tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Hijau, tapi sejak tahun 2007 ditetapkan sebagai Hari Shōwa berdasarkan revisi undang-undang hari libur yang disahkan Parlemen Jepang pada 13 Mei 2005. Sebelum diubah menjadi Hari Hijau, 4 Mei merupakan Hari Libur Rakyat (Kokumin no kyūjitsu) yang ditetapkan pemerintah karena tanggal tersebut terjepit di antara dua hari libur.
Hari Anak-anak (Jepang)
Hari Anak-anak (こどもの日 Kodomo no hi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 5 Mei. Hari libur ini merupakan serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas) di Jepang.Hari Anak-anak diperingati sejak tahun 1948 dan ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) untuk "menghormati kepribadian anak, merencanakan kebahagiaan anak sambil berterima kasih kepada ibu."
Asal-usul
Hari Anak-anak dulunya disebut Hari Anak Laki-laki, sehingga hari libur ini pada prakteknya diwarnai tradisi untuk anak laki-laki. Perayaan khusus untuk anak perempuan disebut Hina Matsuri dan dirayakan pada 3 Maret yang bukan hari libur.Tradisi kuno Tiongkok mengenal perayaan yang berkaitan dengan musim yang disebut di Jepang sebagai sekku. Sejak zaman dulu, bulan ke-5 kalender Tionghoa diisi dengan kegiatan mengusir roh-roh jahat. Tanggal 5 bulan 5 dikenal sebagai Tango no sekku (端午の節句 ) (Duanwu) dan merupakan hari untuk merayakan kesehatan dan pertumbuhan anak laki-laki.
Tradisi
Selama perayaan Hari Anak-anak, di rumah keluarga yang memiliki anak laki-laki terdapat tradisi memajang replika yoroi (pakaian ksatria zaman dulu) dan kabuto (helm samurai). Keluarga yang memiliki anak laki-laki juga memasang koinobori (bendera berbentuk ikan mas). Pada bendera ikan mas yang paling besar digambarkan anak laki-laki super kuat Kintarō sedang menunggang ikan emas. Kabuto, Yoroi, dan tokoh Kintarō digunakan sebagai simbol harapan anak laki-laki yang sehat dan kuat. Kue yang dimakan selama perayaan adalah kue chimaki dan kashiwamochi.Hari Laut
Hari Laut (海の日 Umi no hi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh pada hari Senin minggu ke-3 bulan Juli. Tanggal 20 Juli dulunya merupakan Hari Laut sebelum diubah dengan Sistem Happy Monday yang memindahkan sebagian hari libur ke hari Senin.Sejarah
Kaisar Meiji tiba kembali di Pelabuhan Yokohama pada tanggal 20 Juli 1876 setelah melakukan perjalanan kerja ke daerah Tohoku dengan menaiki kapal bertenaga uap "Meiji Maru" yang biasa digunakan untuk inspeksi mercu suar dan bukan kapal angkatan laut. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 20 Juli sebagai Hari Peringatan Kelautan (Umi no kinen-bi) berdasarkan usul Menteri Pos dan Telegram Murata Shōzō di bulan Juni 1941.Hari Peringatan Kelautan diganti namanya menjadi Hari Laut, dan ditetapkan sebagai hari libur sejak tahun 1996 berdasarkan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) yang direvisi sebagai hari untuk "berterima kasih atas kemurahan laut dan mengharapkan kemakmuran Jepang sebagai negara maritim."
Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia
Hari Penghormatan Orang Usia Lanjut (敬老 の日 Keirō no hi) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang. Hari libur ini dulunya diperingati tanggal 15 September, tapi sejak tahun 2003 dipindahkan ke hari Senin di minggu ke-3 bulan September mengikuti sistem Sistem Happy Monday.Hari libur ini menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "mencintai orang lanjut usia atas sumbangsih selama bertahun-tahun terhadap masyarakat, dan merayakan umur panjang."
Sejarah
Hari Penghormatan Orang Usia Lanjut berasal dari ide seorang kepala desa bernama Kadowaki Masao dari Distrik Taka, Prefektur Hyogo (sekarang kota Taka) yang mengusulkan "Hari Orang Tua" (Toshiyori no hi). Di desa yang dipimpinnya tanggal 15 September sebagai hari untuk menghormati orang lanjut usia pada 15 September dan kebetulan di pertengahan bulan September merupakan masa sepi dari pekerjaan bertani. Sejak tahun 1950, acara ini meluas ke seluruh Prefektur Hyogo dan selanjutnya dijadikan hari peringatan secara nasional.Di tahun 1964, Hari Orang Tua (Toshiyori no hi) diganti namanya menjadi Hari Orang Lanjut Usia (Rōjin no hi) karena istilah "toshiyori" (orang tua) dirasa kurang sopan. Di tahun 1966, Hari Orang Lanjut Usia dijadikan hari libur setelah berubah nama menjadi Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (Keirō no hi).
Manula berusia di atas 100 tahun
Jumlah orang Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih tercatat sebanyak 25.554 orang (termasuk orang Jepang yang bermukim di luar negeri dan orang asing yang tinggal di Jepang). Data dikeluarkan Kementerian Kesehatan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang tanggal 13 September 2005 dan direvisi tanggal 16 September 2005.Jumlah orang Jepang yang berusia 100 tahun bertambah sebanyak 2.516 orang dibandingkan tahun 2004. Dari 25.554 orang yang berusia di atas 100 tahun, 21.775 adalah perempuan (bertambah 2.260 orang), sedangkan laki-laki sebanyak 3,779 orang (kenaikan sebanyak 256 orang). Berdasarkan perhitungan statistik, dari total 100.000 penduduk Jepang terdapat 20,05 orang yang berusia di atas 100 tahun.
Hari Ekuinoks Musim Gugur
Hari Ekuinoks Musim Gugur (秋分 の日 Shūbun no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh sekitar 23 September ketika terjadi ekuinoks musim gugur yang merupakan hari pertama musim gugur di belahan bumi utara.Hari libur ini ditetapkan tahun 1948 dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 untuk "memuliakan nenek moyang, mengenang orang yang sudah meninggal," sedangkan penentuan tanggal berdasarkan hari ekuinoks musim gugur menurut waktu Jepang.
Penentuan tanggal
Perubahan hari ekuinoks musim gugur bisa terjadi sebelum dan sesudah tahun kabisat. Rapat kabinet untuk menentukan tanggal ekuinoks musim gugur tahun berjalan sudah diadakan tanggal 1 Februari tahun sebelumnya. Penentuan tanggal ekuinoks musim gugur didasarkan tabel almanak (Rekishō Nempyō) yang merupakan pamflet terbitan Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang. Hasil rapat diumumkan dalam lembaran negara yang disebut Kampō.Sesuai perhitungan astronomi, hari ekuinoks musim gugur selalu jatuh tanggal 23 September hingga tahun 2011. Di antara tahun 2012 hingga tahun 2044, hari ekuinoks musim gugur juga selalu jatuh tanggal 23 September sedangkan pada tahun kabisat jatuh tanggal 22 September.
Tradisi
Sampai tahun 1947, hari libur ini disebut Shūki kōrei-sai (秋季皇霊祭 , perayaan musim gugur arwah leluhur keluarga kekaisaran). Bagi berbagai aliran agama Buddha di Jepang, hari ekuinoks musim gugur merupakan saat memulai upacara Shūki Higan-e (Higan musim gugur) yang berlangsung seminggu untuk mendoakan arwah leluhur. Kata "Higan" secara harafiah berarti "pantai seberang" untuk membedakannya dengan "pantai sebelah sini" (alam dunia). Periode Higan terjadi dua kali dalam setahun di musim semi dan musim gugur yang merupakan saat membersihkan makam dan mempersembahkan kue ohagi (sebutan di musim gugur untuk kue botamochi) di altar keluarga.Hari Olahraga dan Kesehatan (Jepang)
Hari Olahraga dan Kesehatan (体育 の日 Taiiku no hi) adalah hari libur resmi di Jepang. Menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō), hari ini digunakan untuk "menumbuhkan rasa cinta pada olahraga, membentuk jiwa dan raga yang sehat".Pada mulanya, hari libur ini ditetapkan tanggal 10 Oktober untuk memperingati hari upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 1964, tapi diubah menjadi hari Senin minggu kedua di bulan Oktober sejak diberlakukan Sistem Happy Monday yang memindahkan sebagian hari libur ke hari Senin agar libur akhir pekan bertambah panjang.
Tradisi
Di Hari Olahraga dan Kesehatan, pemakai berbagai sarana olahraga bisa menggunakan fasilitas secara gratis atau mendapat potongan harga. Di lingkungan sekolah terdapat tradisi mengadakan pertandingan (Undō-kai) antarsiswa yang dibagi menjadi dua kubu (merah dan putih) atau empat kubu (utara, selatan, barat, timur). Pertandingan yang dilakukan bisa beraneka macam, mulai dari lari, lari estafet, lari menghindari rintangan, hingga perlombaan tarik tambang, memasukkan bola dari kain ke dalam keranjang, atau mendorong-dorong bola yang berukuran sangat besar. Di kantor-kantor atau lingkungan tempat tinggal sering diadakan perlombaan yang bisa membuat orang tertawa, seperti: lari untuk memakan roti yang digantung di atas tali, atau perlombaan mengambil permen yang ditutupi lapisan tepung terigu dengan mulut.Sejarah
Olimpiade Tokyo 1964 adalah olimpiade musim panas yang diadakan lebih lambat dari kebiasaan. Bulan Oktober sudah termasuk musim gugur di Jepang, dan tanggal 10 Oktober sengaja dipilih sebagai hari pembukaan olimpiade karena pada hari itu kemungkinan besar (singularitas) cuaca cerah di wilayah Tokyo dan sekitarnya.Hari pembukaan Olimpiade Tokyo 1964 mulai diperingati sebagai Hari Olahraga dan Kesehatan pada tanggal 10 Oktober 1966. Selama 34 tahun dari tahun 1966 hingga tahun 1999, hujan dengan curah hujan melebihi 1 ml hanya pernah turun sebanyak 5 kali di daerah Tokyo pada tanggal 10 Oktober. Setelah dipindahkan ke hari Senin minggu kedua di bulan Oktober, Hari Olahraga dan Kesehatan tidak lagi selalu cerah dan perlombaan menjadi sering ditunda akibat hujan.
Hari Kebudayaan
Hari Kebudayaan (文化の日 Bunka no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 3 November. Hari libur ini menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) bertujuan agar rakyat "mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan kebudayaan."Tanggal 3 November 1946 merupakan hari pengumuman konstitusi baru Jepang yang mementingkan perdamaian dan kebudayaan, sehingga undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 menetapkan 3 November sebagai Hari Kebudayaan. Tanggal 3 Mei 1947 yang merupakan hari pertama pelaksanaan konstitusi Jepang dijadikan hari libur yang disebut Hari Peringatan Konstitusi
Upacara penganugerahan Medali Kebudayaan dilangsungkan di istana kaisar (Kōkyo) pada Hari Kebudayaan. Selain itu, Kantor Kebudayaan mengadakan festival kesenian yang dimeriahkan dengan pemberian hadiah untuk berbagai bidang kesenian. Pengunjung sebagian museum pada hari ini juga dibebaskan dari biaya masuk.
Hari Pekerja
Hari Pekerja (勤労感謝の日 Kinrō kansha no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 23 November. Hari libur ini ditetapkan tahun 1948 dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) untuk "menghormati buruh, merayakan produksi, dan saling mengungkapkan rasa terima kasih."Sejarah
Sebelum Perang Dunia II, tanggal 23 November merupakan hari festival panen beras Niiname-sai atau Niiname no matsuri (新嘗祭 , Festival Panen Shinto), hanya namanya saja yang diganti menjadi "hari bersyukur kepada buruh" (Kinrō kansha no hi). Nama baru untuk Niiname-sai disesuaikan dengan nama untuk Pesta Hari Bersyukur (Thanksgiving) di Amerika Serikat, sehingga dinamakan Labor Thanksgiving Day (hari bersyukur kepada buruh) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang menjadi Kinrō kansha no hi.Sampai tahun 1872, Niiname-sai dirayakan pada hari kelinci ke-2 bulan ke-11 menurut kalender lunar. Setelah kalender Gregorian digunakan di Jepang pada tahun 1873, Niiname-sai menurut kalender Gregorian ternyata jatuh pada bulan Januari tahun berikutnya. Perayaan festival panen pada bulan Januari bisa dianggap keanehan, sehingga Niiname-sai tetap dirayakan pada hari kelinci ke-2 di bulan November. Di tahun 1873, hari kelinci ke-2 pada bulan November bertepatan dengan tanggal 23 November sehingga pada tahun berikutnya (1874) ditetapkan untuk melangsungkan Niiname-sai setiap 23 November.
Hari Ulang Tahun Kaisar
Warga Jepang menyambut Kaisar Akihito di Istana Kaisar pada hari ulang tahunnya. Foto diambil pada 23 Desember 2004.
Hari ulang tahun kaisar dirayakan secara nasional untuk pertama kali di tahun pertama zaman Meiji (hari 22 bulan 9 tahun 1868 kalender lunisolar) sebagai Tenchōsetsu. Setelah Jepang mulai menggunakan kalender Gregorian pada tahun 1873, Tenchōsetsu dirayakan tanggal 3 November. Hari perayaan Tenchōsetsu selanjutnya ditetapkan dengan mengikuti hari ulang tahun kaisar yang sedang bertahta. Setelah Perang Dunia II, hari Tenchōsetsu diubah namanya sebagai Tennō tanjōbi (Hari Ulang Tahun Kaisar) dan dijadikan hari libur nasional hingga sekarang. Hari Ulang Tahun Permaisuri Kaisar disebut Chikyūsetsu (地久 節 ) dan tidak pernah dijadikan hari libur nasional.
| Zaman | Nama Kaisar | Tahun | Tanggal |
|---|---|---|---|
| Meiji | Kaisar Meiji | 1868 - 1872 | Hari 22 bulan 9 kalender lunisolar |
| 1873 - 1911 | 3 November | ||
| Taishō | Kaisar Taishō | 1912 - 1913 | 31 Agustus |
| 1914 - 1926 | 31 Oktober | ||
| Shōwa | Kaisar Shōwa | 1927 - 1988 | 29 April |
| Heisei | Kaisar Akihito | 1989 - | 23 Desember |
Kaisar Taishō berulang tahun tanggal 31 Agustus dan selalu dirayakan sebagai Tenchōsetsu hingga tahun 1913, tapi tanggal 31 Agustus selalu merupakan saat terpanas dalam setahun di Jepang dan menyulitkan berbagai kegiatan perayaan. Di tahun 1914, perayaan ulang tahun kaisar ditunda selama dua bulan, dan perayaan hari Tenchōsetsu diubah menjadi tanggal 31 Oktober.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar